Polda Jatim Tangkap “Gay” Penyebar Video Gambar Porno Pasangannya

19 views

Semerusatu.com: Seteru asmara berbuah penjara. Itulah yang dialami JMN (40) warga Peneleh Surabaya. Tersangka ini terpaksa merasakan dinginnya lantai sel penjara, setelah terungkap menyebarkan foto dan video berbau porno pasangan sesama jenisnya, SLN (30) melalui media sosial (medsos).

27 GayTersangka JMN kini ditahan di Mapolda Jatim, Senin (27/3/2017). Kasus ini diungkap oleh Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur yang dikomandani oleh AKBP Festo Ari Permana SIK. “Kami menerima laporan dari korban pada Februari 2017. Kemudian dilakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Senin (27/3/2017).

Dijelaskan, kasus ini bermula ketika tersangka menyebarkan foto dan video bergambar korban dalam kondisi porno di akun Facebook samaran bernama Jeral Wellen Mixi dan Tommy Reno pada Januari 2017 lalu. Selain di FB, tersangka juga menyebarkan foto dan video itu melalui aplikasi Line.

“Antara tersangka dengan korban ini memiliki hubungan khusus. Seharusnya, foto dan video itu bersifat privat, tapi disebar oleh tersangka ke keluarga dan teman-teman pelapor,” kata Barung.

Kepala Subdit II Ditreskrimsus Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi Festo Ari Permana, menambahkan bahwa tersangka dan korban kenal sejak setahun lalu. Keduanya tambah rekat dan menjalin asmara sesama jenis. “Di tengah perjalanan, terjadi perselisihan dan tersangka sakit hati,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakn sebelumnya, tersangka lalu menyebarkan foto dan video porno korban melalui media sosial dengan tujuan untuk mempermalukan korban. Bukan hanya teman korban, foto dan video mesum itu sampai juga ke tangan keluarga korban. “Hingga akhirnya korban dan keluarganya melapor ke kami,” kata Festo.

Di tengah rilis, tersangka JMN sempat menyela dengan mengatakan bahwa bukan sakit hati yang mendorong perbuatannya menyebarkan foto dan video berkonten porno. Dia juga menyeletuk bahwa foto dan video itu tidak disebarkan ke publik luas, tetapi cuma ke teman yang dikenal dan keluarga korban. “Hanya disebar ke teman dan keluarga,” celetuk dia.

Apapun alasannya, tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang merugikan korban secara hukum. Oleh penyidik, JMN dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) Juncto Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara. (eru)

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda