Anggota Unit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim Amankan Tersangka Plus Barang Bukti Merkuri Ilegal

2 views

Semerusatu.com:  Anggota Unit II Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimus, Polda Jatim tangkap pelaku berinisial S (57) warga Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Malaku yang tinggal di Malang diamankan  lantaran melakukan tindak pidana Minerba ( Merkuri) ilegal di Dusun Krajan, Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuba, Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin didampingi Irwasda Kombes Wahyudi Hidayat, Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera dan Dirreskrimsus Kombes Agus Santoso, Senin(22/10/2017) mengatakan, kronologi kejadian pada 24 September 2017 sekitar pukul 20.00 WIB, anggot Unit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim  melakukanpenggerebekanndi lokasi kejadian Dusun Krajan.

Saat itu polisi melakukan penangkapan  pelaku yang sedang beraktifitas melakukan pengolahan batu Cinnabar. Kemudian polisi juga minta keterangan kepada para saksi. Para saksi yang dimintaiketerangan berinisial   AST (pengawas), AL , AD, JH, ABD dan TGH (karyawan).

Modus Operandi, tersangka S  mendatangkan batu Cinnebar seberat 9,7 ton dari lokasi penambangan di Dusun Ihaluhu, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku denegan cara  membeli dari penambang. Batu Cinnabar dikirim dari lokasi  penambangan melalui jalur laut dari Pelabuhan Seram menuju Surabaya.

Saat tiba di Surabaya, batu Cinnabar dikirim ke Tuban, Jawa Timur untuk dilakukan proses pengolahan atau pembakaran. “ Batu Cinnabar  diolah  dengan cara dibakar dan dicampur  batu gamping dan serbuk besi ini menghasilkan merkuri atau air raksa ini dijual atau didistribusikan  ke berbagai daerah,” kata Kapolda Jatim.

Pengungkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 80 dus merkuri hasil olahan  2 20 kg dan 100 kg (total merkuri 1.700 kg). 90 tabung suling, mesin penggiling batu Cinnabar, timbangan digital, proposal usaha pembakaran batu “Seni Rejeki”. 4 karung serbuk besi, satu gulung plastik pembungkus, 65 karung ampas atau limbah pembakaran, rekening BCA Cabang Probolinggo atas nama AST plus kartu ATM serta HP.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU Nomor 4 tahun 2009  tentang pertambangan mineral dan batubara  pasal 161 yang berbunyi  setiap  orang atau pemegang  IUP operasi produksi  atau IUPK operasi  produksi  yang menampung , memanfaatkan  melakukan pengelolahan  dan pemurnian , pengangkutan, penjualan mineral dn batu bara yang bukan dari  pemegang IUP, IUPK atau izin sebagaimana dimaksud pasal 37,pasal 40 ayat (3), pasal 40 ayat (3), pasal 43 ayat (2), pasal 48, pasal 67 ayat  (1 ), pasal 74 ayat (1),pasal 81 (2), pasal 103 ayat (2), pasal 104 ayat (3) dan pasal 105 ayat (1).

Sedang ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda