Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim Amankan Pelaku Terjaring OTT

2 views

Semerusatu.com: Anggota Subdit III tindak pidana korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jatim amankan pelaku berinisial NW alias Yayan alias Yeyen selaku Kepala Bidang Cipta Karya Pegawai Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertahanan Kota Batu yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tindak pidana korupsi UPP Jawa Timur di Jalan Dirgantara V Kedungkandang  Kota Malang dan kantor Dinas Perumahan, pemukiman dan pertanahan kota Batu.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin didampingi Irwasda Kombes Wahyudi Hidayat, Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera dan Dirreskrimsus Kombes Agus Santoso, Senin (2/10/2017) mengatakan, tersangka NW saat melaksanakan pekerjaan pembangunan  GOR kompleks stadion Brantas TA 2016 senilai Rp 28.765.756.000 dan Guest House mahasiswa Batu di Kota Malang TA 2016 dengan nilai kontrak Rp 3.191.800.000 meminta dan menerima uang secara berulang kepada  penyedia  jasa diluar ketentuan yang berhubungan dengan jebatannya.

Hasil ungkap itu, polisi berhasil menyita barag bukti berupa una N 1707 BS, 3 HP, ang tunai Rp 25 juta, mobil Grand Livina, setoran Bank Jatim dari PT Gunadharma Anugerajaya ke pelaku NW, prin out via transfer BCA dari NW ke DS dan satu bendel print out WA milik NW.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 11  dan atau pasal 12 huruf e UU RI No 31 tahun 1999 yang diubah UU RI no 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Sementara itu, lagi, anggota Subdit III Tipikor, Ditreskrimsus, Polda Jatim ungkap kasus operasi tangkap tangan (OTT) korupsi UPP Prov Jatim di rumah makan Al Zam Zam, Jalan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tersangka berinisial TP selaku Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian, Nganjuk.

Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin didampingi Irwasda Kombes Wahyudi Hidayat, Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera dan Dirreskrimsus Kombes Agus Santoso, Senin (2/10/2017) menjelaskan, tersangak TP yang selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada kegiatan pengadaan benih sebar bawang merah pada Dinas Pertanian Nganjuk yang anggarannya bersumber dari APBN TA 2017 meminta fee 7,5 % dari nilai kontrak  sebesar Rp 6.088.062.500, ini pelaku minta Rp 450 juta (7,5 %).

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp 317.700.000, 3 HP dan dokumen kontrak pengadaan benih pokok dan sebar bawang merah.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 11 dan atau pasal 12 huruf e UU RI No 31 tahun 1999 yang diubah UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda