Polda Jatim Bongkar Korban Pembunuhan Dijeburkan Sumur Tua Lalu Ditutup Semen

8 views

Semerusatu.com: Pembunuhan sadis di Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur dibongkar oleh Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, yang dikomandani oleh AKBP Boby Paludin Tambunan SIK MH.

Tim yang dipimpin langsung Kasubdit Jatanras AKBP Boby Paludin Tambunan iini berhasil menemukan tulang belulang mayat  manusia  tanpa identitas di dalam sumur tua dengan kondisi dibeton. Saat ditemukan, kondisi mayat tinggal tulang belulangnya saja  seperti tengkorak, tulang paha, betis, jari tangan, kaki (komplit). Penyidik juga menemukan celana panjang dan kaos yang dipakai korban saat dibunuh pelaku yang kini masih dalam pencarian.

Kasubdit III Jatanras, AKBP Boby P Tambunan mengatakan, untuk mencari keberadaan mayat, tim Jatanras harus bekerja ekstra keras. Karena Desa Geluran cukup luas, namun di sebelah barat rumah makan siap saji di Jalan Raya Geluran ada lahan kosong. Dari indikasi lahan kosong inilah, akhirnya tim Jatanras memfokuskan pencarin.

“Dari beberapa sumur yang ada, salah satunya ada sumur yang dibeton. Nah dari kecurigaan itu akhirnya kami bongkar ternyata isinya penuh dengan bongkahan bangunan (gragal),” kata AKBP Boby, Kamis (26/10/2017).

Meski isinya gragal, polisi dibantu Tim DVI RS Bhayangkara Polda Jatim terus mengeluarkan satu persatu. Padahal kedalaman sumur yang mencapai 3,5 meter dengan diameter 60 cm membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Disesi akhir, petugas menemukan tulang belulang manusia dan celana panjang dan kaos milik korban.

“Yang jelas kami belum bisa menyimpulkan jenis kelamin korban. Apakah jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan Tim DVI yang bisa menyimpulkan,” ujarnya.

Untuk menguak tengara pembunuhan sadis itu, Subdit Jatanras membentuk tiga tim. Tim pertama, mencari keberadaan mayat (sudah terkuak), tim kedua mencari identitas korban dan keluarganya dan tim ketiga mendeteksi pelakunya.

“Tim kedua dan ketiga tengah bekerja. Mudah-mudahan dalam waktu singkat  bisa diketahui identitas korban. Kami harus bisa mengungkap siapa pelaku atau otaknya,” tegas AKBP Boby.

Melihat cara menghilangkan nyawa dan tempat pembuangan, AKBP Boby menduga, pembunuhan yang dilakukan pelaku ditengarai tidak dilakukan sendiri. Tetapi dilakukan secara bersama” atau direncanakan. “Untuk lokasi dibunuhnya korban, kami masih belum tahu. Apakah di sekitar lokasi atau yang lain,” lanjutnya.

Begitu pula, pelaku untuk memasukkan sumur tua juga diduga tidak sendiri. Melainkan melibatkan beberapa orang untuk menceburkan korban ke sumur. Gragal yang diurukkan ke sumur ditengarai diambil dari lokasi sekitar karena lahan itu bekas bangunan yang dibongkar.

Pelaku untuk menghilangkan jejak korban juga disinyalir pandai, karena ditutup dengan penutup sumur berbahan beton kemudian sekelilingnya diberi semen dicampur pasir (cor). “Bisa jadi, pelaku beranggapan agar tidak memunculkan bau tidak sedap, karena di sekitar lokasi banyak permukiman penduduk,” tandas Boby.

Untuk menguak pembunuhan sadis ini, polisi harus bekerja ekstra. Sampai-sampai beberapa anggota yang mencari identitas korban sampai pakaian dalam yang dipakai basah. “Anggota harus jalan kaki untuk menanyakan satu persatu keluar masuk kampung untuk menanyakan korban yang hilang,” ujarnya.  (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda