Mas Dhito Bangga dengan Putri Relawan Termuda di Kediri

Kediri ( semerusatu.com )–Bupati Hanindhito Himawan Pramana terkesima dengan Aulia Putri Sasmita, relawan bencana paling muda di Kabupaten Kediri. Di usianya yang baru delapan tahun, Putri bahkan telah akrab melakukan kegiatan pendakian.

Putri yang ikut dalam acara apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan penanggulangan bencana di Lapangan Desa Paron, Kamis 27 Januari 2022 itu mendapatkan perhatian Mas Dhito. Orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu pun menghampiri Putri yang berdiri paling depan.

“Siapa namanya?” tanya Mas Dhito.
“Putri,” jawabnya singkat.

Wajah polos anak kelas dua SD ini membuat penasaran Mas Dhito. Dari penuturannya, ternyata Putri telah melakukan pendakian di banyak gunung seperti Gunung Kelud, Wilis, Penanggungan, dan Butak.

“Lho lho lho,” respon Mas Dhito terkaget mendengar jawaban anak itu.

“Usia berapa tahun kamu nak?” tanya Mas Dhito

“Usia 8 tahun,” kata Putri.

Tak berhenti disitu, karena terkesima dengan capaian Putri, Mas Dhito semakin penasaran dengan melanjutkan pertanyaan sejak usia berapa anak dari Edi Purwanto ini sudah mulai mendaki gunung.

“Sejak umur 4 tahun,” Ujar Putri pada Mas Dhito.

Mendengar hal tersebut, Bupati yang kerap mengendarai vespa ini mendoakan agar kelak di usia 17 Putri mampu mendaki Gunung Everest.

“Nanti saya doakan umur 17 kamu naik Gunung Everest ya,” doa Mas Dhito.

Sontak orang yang berada di sekitar mereka ini serentak mengamini doa bupati berkacamata tersebut. Di kesempatan tersebut, Mas Dhito menjadi inspektur apel kesiapsiagaan bencana sekaligus mengukuhkan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri.

Pihaknya menyebutkan kesadaran mengenai kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana di wilayahnya sudah tinggi. Terbukti dari kedatangan peserta apel tersebut yang datang dari berbagai elemen. Mulai anak kecil seperti Putri, kaum-kaum disabilitas, dokter hingga TNI dan Polri.

“Begitu bicara soal bencana kita jadi lepas seragam dan kita selesaikan secara bersama-sama,” ujar Mas Dhito.

Mengenai banjir di Kecamatan Grogol, kata Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri sudah melakukan beberapa hal termasuk perbaikan tanggul yang jebol akibat banjir dan sering pula melakukan normalisasi sungai.

Tak cukup sampai disitu, Mas Dhito juga akan berkoordinasi dengan Bupati Nganjuk, Marhein perihal sudetan sungai yang tersambung dengan beberapa sungai di Kabupaten Kediri untuk dilakukan normalisasi.

“Sudetan Sungai itu (di wilayah Grogol dan Tarokan) sampai di Kabupaten Nganjuk. Maka Kalau dinormalisasi atau diperbaiki harus sampai Nganjuk,” pungkasnya.

Usai mengikuti apel tersebut, Putri mengaku bahagia telah berbincang langsung dengan Bupati berkacamata tersebut. Dirinya juga mengucapkan terimakasih pada Mas Dhito karena telah diberikan kaus.

“Terima kasih Mas Dhito sudah diberikan kaus,” kata Putri.(*/sis_78)