Mas Dhito Minta Lintas Sektor Bekerja Sukseskan Korporasi Sapi di Kabupaten Kediri

Kediri (semerusatu.com)— Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengharapkan Kabupaten Kediri berhasil menjalankan program pengembangan desa korporasi sapi dari Kementrian Pertanian (Kementan). Untuk mensukseskan program itu Mas Dhito meminta kerjasama lintas sektor, terutama dinas-dinas di Pemkab Kediri yang memiliki tanggung jawab dalam program itu.

Mas Dhito menyampaikan, Kabupaten Kediri mendapatkan program desa korporasi sapi dari Kementan karena dianggap program ini dapat berhasil di Kediri. Berkaca dari daerah lain yang tidak maksimal bahkan gagal dalam menjalankan program itu, pihaknya tidak menginginkan hal itu sampai terjadi di Kabupaten Kediri.

“Jangan sampai yang menjadi harapan Pak Mentan tidak maksimal, ini yang sangat kita hindari,” kata Mas Dhito dalam acara monitoring dan evaluasi program dan kegiatan pengembangan desa korporasi sapi di Kabupaten Kediri yang diadakan di ruang Pamenang Pemkab Kediri, Senin (31/1/2022).

Focus Group Discussion (FGD) program dan kegiatan Pengembangan Desa Korporasi Sapi Kabupaten Kediri, telah diadakan Rabu 26 Januari 2022 dengan dihadiri Kementan. Diungkapkan Mas Dhito, berdasarkan penjelasan Direktur Kesehatan Hewan dari Kementan permasalahan program korporasi sapi bisa gagal karena tidak dilakukan secara matang dari A sampai Z.

“A sampai Z ini harus dipikirkan betul bagaimana agar tidak ada celah atau hal-hal yang bisa menghambat,” ungkapnya.

Ketika program berjalan, yang terjadi permasalahan justeru muncul pada tahun kedua. Untuk itu, perlu kerjasama lintas sektor mulai dari kelompok tani penerima sasaran program, kecamatan, dan dinas-dinas terkait di Pemkab Kediri. Mas Dhito meminta tiap dinas yang memiliki tanggungjawab dalam program desa korporasi sapi untuk mengetahui tugas dan tupoksinya demi suksesnya program itu.

“Ini kalau tidak dikeroyok bersama-sama tidak akan berhasil. Ini adalah momentum bagi pemerintah Kabupaten Kediri untuk dijadikan acuan bahwa kabupaten kediri ini berhasil dalam program desa korporasi sapi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Tutik Purwaningsih mengungkapkan, dari 1000 bantuan sapi untuk program desa korporasi sapi diperuntukkan untuk lima kelompok di Kecamatan Ngadiluwih. Bentuk korporasi yang telah disepakati, yakni tiap kelompok membentuk koperasi.

“Nanti outputnya lima kelompok itu diharapkan membuat satu koperasi supaya pengembangannya lebih luas dan ini perlu pendampingan,” ucapnya.

Dalam hal itu, pendampingan perlu dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM. Kemudian, dukungan juga diperlukan dari dinas-dinas lain seperti terkait perizinan, pengolahan limbah, dan pakan ternak. Untuk itu perlu kontribusi dan dukungan dari beberapa stagholder terkait pengembangan desa korporasi sapi.(*/sis-78)