Pandemi Telah Bisa Dikendalikan, Pengusaha Jasa Dekorasi Pernikahan Optimis Perekonomian Pulih

Caption foto: Ketua Panitia Rakernas ASPEDI Nanang Khusnaini (kiri) bersama Ketua Umum DPP ASPEDI Warsono di arena Rakernas ASPEDI di Kota Semarang, 2/8.

Semarang ( semerusatu.com )—-Momentum kebangkitan ekonomi harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada semua lini, termasuk sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Pasca terpuruknya ekonomi akibat pandemi COVID-19, ekonomi kreatif di Indonesia terus berjuang menjadi garda terdepan mengambil bagian dalam momentum kebangkitan ekonomi.

Caption foto: Ketua Panitia Rakernas ASPEDI Nanang Khusnaini (kiri) bersama Ketua Umum DPP ASPEDI Warsono di arena Rakernas ASPEDI di Kota Semarang, 2/8.

Caption foto:
Ketua Panitia Rakernas ASPEDI Nanang Khusnaini (kiri) bersama Ketua Umum DPP ASPEDI Warsono di arena Rakernas ASPEDI di Kota Semarang,

Berbagai upaya dilakukan guna mempercepat pemulihan sektor ekonomi kreatif. Hal inilah yang mendasari Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) mengadakan Rapat Kerja Nasional 7 ASPEDI 2022, yang diadakan di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah, 2-3 Agustus 2022.

Menurut Ketua Umum DPP ASPEDI Warsono kegiatan Rakernas ASPEDI sejalan dengan apa yang tengah dilakukan pemerintah dalam membangkitkan dan memulihkan ekonomi nasional. “Dalam Rakernas ini kami tekankan dengan tema Optimalisasi Pengembangan ASPEDI Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Kreatif. Seluruh anggota antusias dan yakin industri jasa pernikahan kembali bergairah dan bangkit setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi,” ungkap Warsono di sela Rapat Kerja Nasional di Semarang, 2/8.

Menurutnya, pengusaha jasa dekorasi pernikahan merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak saat pandemi. Warsono berharap, Rakernas ASPEDI menjadi momentum kebangkitan para pengusaha jasa dekorasi pernikahan. “Di rakernas ini akan difokuskan pada pembenahan internal untuk bangkitkan lagi semangat teman-teman pengusaha,” katanya.

Di samping itu dibahas sejumlah agenda jangka panjang lain, seperti sertifikasi. “Ke depan pengusaha jasa dekorasi pernikahan ini juga harus tersertifikasi. Kami ingin agar konsumen percaya, tenang dan mudah memilih vendor dekorasi pernikahan dari member ASPEDI. Dengan adanya sertifikasi diharapkan, para pelaku usaha jasa dekorasi pernikahan makin meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen. Kami targetkan untuk sertifikasi bisa kita laksanakan dalam tiga tahun ke depan,” tandas Warsono.

ASPEDI menyikapi berbagai pelonggaran yang diberikan pemerintah dengan mengajak semua pihak di dunia bisnis wedding untuk kembali beraktifitas. “Dalam bisnis wedding ini ada ribuan pekerja yang terlibat, mulai dari petani bunga, desainer, jasa transportasi, perangkai bunga, pekerja seni ukir, dan lainnya. Belum lagi sektor jasa boga, jasa foto video, jasa tata rias dan busana, pembawa acara dan banyak lagi. Kami ajak mereka kembali menyemarakkan usaha ini,” tegas Warsono.

Dalam Rakernas ASPEDI 7 tahun 2022 ini hadir pleno DPP ASPEDI, perwakilan dari kepengurusan di 19 provinsi dan para anggota. “Anggota ASPEDI di seluruh Indonesia sekitar 1.200 orang pengusaha jasa dekorasi. Untuk Rakernas ini diwakili 250 orang pengurus dan anggota. Kami berharap setelah Rakernas ini dunia usaha pernikahan khususnya jasa dekorasi terus meningkat,” ujar Warsono

Selain Rakernas, di saat yang sama ASPEDI juga menggelar ajang Wedding Industries Festival (WIF). Event WIF iikuti 500 lebih pengusaha pernikahan dan 20 supplier kebutuhan pernikahan. Menurut Ketua DPD ASPEDIi Jateng Nanang Khusnaini yang juga OC Rakernas ASPEDI, ajang WIF merupakan upaya untuk meramaikan rakernas dan momen membangkitkan industri pernikahan, setelah terpuruk akibat pandemi. “Kita semua optimis industri pernikahan kembali bergairah,” ucap Nanang.

Nanang menambahkan, Rakernas ASPEDI dan WIF diisi sejumlah kegiatan sepertii coaching bisnis, bazzar properti, wedding expo, bazaar kuliner dan gathering. (*/Ar)